Resume materi PKKMB hari ke - 2

 

Perkenalkan nama saya Sekar Arum Maharani mahasiswa baru dari prodi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Materi ke - 1

Pemateri : 1. Pak Ainun Najib

Tema: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri

AI tidak secerdik manusia.AI tidak strategis dan tidak bisa menciptakan hal baru

Kunci di Era Revolusi Industri:

- Creative Thinking: kemampuan berpikir kreatif tetap penting.

-Nilai Kemanusiaan: jangan sampai kalah dengan AI, tetap prioritaskan empati, etika, dan karakter manusia. Intinya AI itu alat, manusia tetap punya keunggulan di kreativitas dan kemanusiaan.

QnA :

Bagaimana cara kita menyikapi perkembangan Ai pada masa revolusi sekarang ini? (Terutama mahasiswa)

1. Jadilah Pembuat 

Buat dan kembangkan AI atau aplikasi berbasis AI sendiri.

Jangan cuma jadi pengguna pasif, tapi kuasai teknologi.

2. Jadilah Pemakai 

Manfaatkan AI untuk mendukung belajar, riset, dan pekerjaan akademik.

Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia.

3. Jangan Biarkan AI Menggantikan Anda

Fokus pada kreativitas, pemikiran strategis, dan nilai kemanusiaan.

Jadikan AI sebagai asisten, bukan lawan atau pengganti.

Intinya: AI itu partner, bukan saingan. Mahasiswa tetap harus kreatif dan berkarakter.


Materi ke-2 
Pemateri : Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA
Tema : Generasi Muda Berintergritas Anti Korupsi

Kunci utama melawan korupsi Integritas yaitu jujur, konsisten, bertanggung jawab, adil, berani menolak suap, dan mandiri.

Cara generasi muda berperan:

-Mulai dari diri sendiri seperti jujur, menolak pungli & gratifikasi.

-Edukasi & sosialisasi,sebarkan kesadaran bahaya korupsi.

-Manfaatkan teknologi, awasi kinerja pemerintah & dukung transparansi.

-Menjadi teladan, raih prestasi tanpa korupsi.

Kesimpulan:

Generasi muda adalah harapan Indonesia bebas korupsi. Dengan integritas dan tekad kuat, mereka bisa menciptakan pemerintahan yang bersih, adil, dan transparan.

QnA

Apakah yang dilakukan masyarakat pada masa sekarang ini berdemo dengan cara merusak rumah yang disangka pelaku korupsi itu benar?

Masyarakat berhak demo dan menyampaikan pendapat, namun tak berhak merusak dan mengambil hak orang lain.

Materi ke - 3
Pemateri : KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim
Tema : Mencetak Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Cara menjadi generasi Aswaja Qn-Nasdliyah
A. Menjaga Ilmu NU: Belajar dan mengamalkan kitab-kitab klasik NU sebagai pedoman.
B. Menyebarkan Toleransi: Menolak paham radikal dan mengajarkan Islam yang ramah dan kasih sayang.
C.Membantu Masyarakat: Ikut kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan peduli masalah kemanusiaan.
D. Mengembangkan Nilai Aswaja: Menerapkan ajaran Aswaja dalam kehidupan modern dan budaya lokal.
E. Menghubungkan Tradisi dan Masa Depan: Menjadi penghubung antara warisan ulama NU dan pembangunan Indonesia yang baik dan Islami. 
Kesimpulan : Mahasiswa UNUSA menjaga ilmu NU, menyebarkan toleransi, membantu masyarakat, dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

QnA
Apakah benar jika sedang mahalul qiyam kita bisa mengabulkan hajat-hajat kita saat berdiri khusyuk ,dam dapat menghadirkan nabi Muhammad dalam doa?
Betul, doa saat berdiri khusyuk lebih mustajab dikabulkan oleh Allah, tapi Nabi Muhammad tidak hadir secara fisik; bersalawat hanya menambah keberkahan. Allah akan menerima doa yang khusyu' dan tidak menerima doa yang dipanjatkan dengan bercanda.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume materi PKKMB UNUSA hari ke-1

Resume Perduli Digital Mental Health Generasi Muda, Unusa Perkenalkan Nomolitera