Resume materi PKKMB UNUSA hari ke-1

Perkenalkan nama saya Sekar Arum Maharani mahasiswa baru dari prodi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Materi ke - 1
Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Unusa

Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami perubahan yang cukup mengkhawatirkan sehingga diperlukan konsepsi, kemauan, dan kemampuan untuk menjaga kebesaran serta kemajemukan bangsa. Jati diri bangsa Indonesia tercermin melalui empat pilar utama, yaitu Pancasila sebagai dasar negara yang menjunjung kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan, UUD 1945 sebagai landasan hukum tertinggi, NKRI sebagai bentuk negara yang menjaga persatuan dan kesatuan, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kesatuan dalam keberagaman. Pembinaan kesadaran bela negara dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, latihan bela negara, dan kampanye bela negara dengan tujuan melindungi negara dari ancaman, mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan ketahanan nasional. Sebagai mahasiswa, kita tidak hanya memahami teori tetapi juga harus berperan aktif dalam membela hak rakyat dan menjaga persatuan bangsa sebagaimana semangat para pemimpin terdahulu.
QnA:
Bagaimana cara mahasiswa bersikap bergenara yang benar?
Merdeka adalah kebebasan untuk mengembangkan potensi diri dengan membentuk karakter mahasiswa yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa Indonesia

Materi ke - 2

1. Pentingnya Literasi Keuangan bagi Mahasiswa

Mahasiswa sedang berada pada masa transisi menuju kemandirian finansial, sehingga perlu bijak mengelola keuangan
• Tantangan: biaya kuliah, biaya hidup, gaya hidup, dan risiko utang.
•Manfaat literasi keuangan:
-Finansial: terhindar dari utang, bisa menabung dan berinvestasi.
-Akademik: stres berkurang, fokus belajar meningkat.
-Mental & emosional: lebih tenang dan percaya diri.
-Masa depan: membentuk kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan hidup.

A)Peran Perguruan Tinggi:
-Menyelenggarakan workshop dan seminar rutin.
-Memberikan layanan konseling keuangan.
-Menyediakan platform digital edukasi keuangan.
-Berkolaborasi dengan OJK, BI, bank, dan fintech.
B) Peran Mahasiswa & Komunitas:
-Membentuk klub literasi keuangan dan mentoring.
C) Peran Individu (Mahasiswa):
-Aktif mencari informasi terkait pengelolaan keuangan.
-Membuat anggaran, menabung, dan menghindari utang konsumtif.
-Memiliki mindset bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang.

3. Dampak Penguatan Literasi Keuangan
A) Finansial: mampu mengelola uang, menabung, berinvestasi, dan menyiapkan dana darurat.
B) Akademik: menurunkan stres dan meningkatkan prestasi belajar.
C) Mental & emosional: meningkatkan kepercayaan diri dan menjaga hubungan sosial.
D) Masa depan: lulus dengan kondisi keuangan sehat dan siap mencapai tujuan hidup.

4. Tantangan & Solusi
A) Tantangan:
-Minat mahasiswa masih rendah.
-Keterbatasan fasilitas kampus.
-Stigma membicarakan soal uang.
-Sulit mempraktikkan manajemen keuangan.


B) Solusi:
-Membuat materi lebih menarik lewat gamifikasi.
-Memberikan studi kasus nyata dan simulasi.
-Menggunakan aplikasi digital untuk belajar keuangan.
-Mengadakan workshop praktis dan ruang diskusi terbuka.
-Berkolaborasi dengan pihak eksternal untuk dukungan edukasi.
QnA :
Bagaimana cara menabung atau investasi dengan pemasukan(income) kecil? 
Walaupun memiliki pendapatan yang terbatas, menabung tetap dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian kecil penghasilan serta mengatur prioritas pengeluaran agar lebih efisien. pemasukan kecil seperti mahasiswa, menabung tetap bisa dilakukan dengan menyisihkan sedikit uang saku dan mengurangi nongkrong serta pengeluaran yang kurang penting.

Materi ke - 4
Pemateri : Dr. Pulung Siswantoyo, SKM., M.Kes.
Tema : Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik – Unusa

Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis

1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu
-Biasakan untuk selalu bertanya “mengapa” dan “bagaimana”.
-Jangan langsung menerima informasi tanpa meneliti kebenarannya.
-Cari akar penyebab masalah, bukan hanya melihat gejalanya.

2. Analisis dari Berbagai Perspektif
-Dapatkan sudut pandang berbeda dari berbagai sumber.
-Pertimbangkan beberapa alternatif solusi.
-Hindari terpaku pada satu cara berpikir saja.

3. Latih Penalaran Logis
-Pahami bagaimana membuat argumen yang kuat dan valid.
-Kenali kesalahan logika (logical fallacies) agar tidak terjebak.
-Bedakan antara fakta, opini, dan asumsi.

4. Gunakan noKerangka pemecahan masalah
-Terapkan metode PDCA (Plan, Do, Check, Act).
-Gunakan teknik 5 Whys untuk menemukan penyebab utama masalah.
-Manfaatkan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat).

5. Waspadai Bias Kognitif

-Sadari adanya bias seperti konfirmasi, anchoring, dan ketersediaan informasi.
-Cari data atau informasi yang berbeda dari keyakinan pribadi.
-Libatkan orang lain untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih luas.

6. Praktikkan Refleksi Diri
-Evaluasi keputusan yang telah diambil.
-Tinjau kembali hasil dari proses berpikir.
-Ambil pelajaran dari kesalahan maupun keberhasilan.

7. Terlibat dalam Diskusi & Debat
-Ikuti forum atau diskusi dengan beragam sudut pandang.
-Latih kemampuan mendengarkan aktif dan memahami argumen orang lain.
-Sampaikan pendapat dengan bukti dan alasan yang logis.

8. Belajar Secara Terus-Menerus
-Baca referensi dari berbagai bidang ilmu.
-Ikuti pelatihan tentang logika dan pemecahan masalah.
-Terapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
  QnA :
Kenapa rata-rata stand up comedy berpikir secara kritis?
Stand-up comedian berpikir kritis karena mereka harus peka terhadap situasi sosial, budaya, dan isu-isu terkini. Mereka mengamati berbagai fenomena di masyarakat, menganalisisnya, lalu menyajikannya dalam bentuk cerita lucu dengan sudut pandang yang unik. Cara berpikir kritis ini membantu mereka menemukan hal-hal kecil yang sering terlewat oleh orang lain dan mengemasnya menjadi materi yang menarik.

Referensi : unusa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Perduli Digital Mental Health Generasi Muda, Unusa Perkenalkan Nomolitera

Resume materi PKKMB hari ke - 2